Chinatown, Tujuan Wisata Yang Mengasyikkan (I)
Masih dalam suasana Tahun Baru Imlek, rasanya pas kalau saya menyajikan tulisan mengenai sesuatu yang berhubungan dengan kebudayaan dan tradisi orang-orang China. Lebih tepatnya, tempat kediaman – komunitas – China di seluruh dunia, yang dikenal dengan sebutan Chinatown. Artikel ini ditulis oleh Yunita Liangtyas yang diterbitkan di majalah Bulevard. Artikel saya bagi menjadi empat bagian karena panjangnya artikel ini bila disajikan dalam sekali posting.
Hampir semua kota besar di dunia mempunyai satu daerah tempat komunitas masyarakat keturunan China tinggal dan beraktivitas, yang lazim disebut Chinatown. Semua wilayah Chinatown ini memiliki kekhasan yang sama, yaitu arsitekturnya (terlihat dari lengkungan pada atap, pintu, dan jendela), dekorasi eksterior, dan papan-papan penunjuk yang memiliki dua bahasa. Belum lagi bangunan-bangunan khas seperti klenteng dan kuil pemujaan dewa-dewi China, restoran-restoran yang menebarkan aroma yang menggugah selera, dan toko-toko kecil yang menjual pernak-pernik khas China.
Karena keunikan inilah, kebanyakan Chinatown di dunia saat ini tidak hanya merupakan tempat tinggal dan lokasi usaha, namun juga dijadikan tujuan wisata bagi turis yang datang ke kota tempat Chinatown itu berada. Seperti Chinatown di beberapa kota besar di seluruh dunia berikut ini.
Sydney, Australia
Area Chinatown di Sydney sangat khas dengan tampilan arsitektur oriental, terlihat dari desain pintu gerbangnya sampai ke beraneka hiasan yang terpajang di sepanjang jalan. Chinatown diapit oleh George Street di sisi sebelah kiri dan Darling Harbour di sebelah barat. Jangan lewatkan untuk mengunjungi ikon Chinatown Sydney berupa sebuah pohon mati berlapis emas bernama Golden Water Mouth, atau Chinese Garden of Friendship, yang merupakan 'hadiah' dari sister city Sydney di China, yaitu kota Guangzhou.
Panduan Menginap
Rydges World Square Hotel Sydney. Dikelilingi oleh berbagai macam obyek pariwisata yang menarik, tak heran jika hotel ini banyak peminatnya.
Great Southern Hotel. Anda yang menyukai akomodasi dengan desain bernuansa art deco yang klasik, pasti akan menyukai hotel ini.
Radisson Hotel & Suites Sydney. Lokasinya yang berada di 'halaman' Chinatown, membuat anda memiliki akses tak terbatas ke wilayah ini.
Panduan Kuliner
Golden Century Seafood Restaurant. Berbagai sajian masakan seafood ala China akan anda dapatkan di restoran pemenang berbagai penghargaan ini.
East Ocean Restaurant. Silakan anda kunjungi jika anda ingin merasakan nikmatnya variasi hidangan cha terbaik di Sydney.
Cho Dumpling King. Walau menu andalan dumpling sudah ditiadakan, namun menu-menu lainnya tetap digemari banyak orang.
Panduan Belanja Paddy's Market. Pasar tradisional terbesar di Sydney ini terletak di lantai bawah gedung Market City. Beragam produk khas China dijual di sini.
Chinatown Friday Night Market. Dipenuhi oleh lebih dari 100 kios yang menjual bermacam-macam barang, pasar malam ini jadi hiburan yang sangat digemari oleh msyarakat Sydney.
World Square. Jika ingin berbelanja dengan suasana yang nyaman dan tenang, pusat perbelanjaan modern ini bisa menjadi pilihan anda.
Related Articles :
Chinatown, Tujuan Wisata Yang Mengasyikkan (II)
Chinatown, Tujuan Wisata Yang Mengasyikkan (III)
Chinatown, Tujuan Wisata Yang Mengasyikkan (IV)
MANY FACES OF SYDNEY HARBOUR 2
Behind the scene
Sunset Dinner dari Captain Cook juga bisa dinikmati sekaligus dengan menonton Sydney Symphony Orchestra langsung di Sydney Opera House. Setelah pelayaran selesai sekitar jam 18.30, pengunjung bisa kemudian berjalan kaki menuju gedung opera untuk menonton pertunjukan yang umumnya dimulai pukul 20.00.
Menonton show kelas atas memang salah satu cara terbaik merasakan megahnya gedung ini dari dalam. Selain pertunjukan dari Sydney Symphony Orchestra, beberapa pertunjukan terbaik yang pernah digelar di sini antara lain Hamlet, Macbeth. sampai Edward Scissorhands. Bukan saja menikmati pertunjukan di panggung opera house, salah satu tur yang ditawarkan dan sangat menggoda adalah tur-backstage mengelilingi gedung opera. Paket tur selama dua jam ini dimulai pada awal hari di pukul 7 pagi dikarenakan pada waktu tersebut belum ada pertunjukan ataupun rehearsal yang berlangsung.
Mulai dari ruang ganti pemain, melihat panggung dari sisi lain, berdiri di orchestra pit, sampai merasakan berdiri di pentas memandangi bangku penonton yang tentu saja pada saat itu kosong melompong semuanya membawa peserta tur ke dunia lain di mana kita akan melihat cara bekerja gedung ini. Salah satu sudut yang paling menarik dalam tur ini adalah melihat prop pertunjukan dari balik panggung. Jadi sang tour guide akan menjelaskan proses sebuah show dari panggung hidrolik yang bisa naik turun, sampai peran seorang director Yang harus stand-by di TV monitor, dan adanva jaring pengaman buat para pemain balet untuk mencegah terjatuhnya mereka ke bawah panggung apabila misalnya mereka terpeleset saat menari. Memang menurut si pemandu wisata panggung opera house terbilang kecil untuk ukuran internasional, karena itulah perlu ekstra hati-hati di sini.
Pengunjrmg juga bisa melihat deretan kostum para pemain. Pada waktu kami di sana, pertunjukan balet Don Quixote sedang dipentaskan dan dengan jelas kami melihat kostum untuk karakter yang sama akan dipakai terus-menerus sampai usang. jadi pakaian ini tidak dibuat setiap kali ada pertunjukan baru. Mungkin untuk mempertahankan keotentikan kostum, atau malah untuk berhemat. Salah satu highlight yang mengakhiri tur backstage ini adalah sarapan pagi eksklusif di Green Room yakni kafetaria khusus staf yang bekerja di opera house dan tidak dibuka untuk umum. Kita bisa memilih hot breakfast lengkap dengan telur, bacon, dan roti plus segelas cappuccino hangat atau yang, simpel saja seperti toast dan kopi. Selagi mcnikmati sarapan pagi bersama peserta tur lainnra, pertanyaan bisa diajukan ke pemandu wisata tentang tempat yang telah begitu banyak bercerita kepada pengunjungnya. Setelah sarapan selesai, tur di belakang panggung juga harus berakhir. tapi sekarang kami tahu banyak cerita menarik lain di balik berjuta pementasan kelas dunia.
It's A Fun Fun World
kelebihan sebagai amusement park di tengah kota, Luna Park yang bisa ditempuh oleh feri dari Circular Quay menjadi tujuan bersenang-senang banyak pelancong. Sempatkanlah berfoto di gerbang masuk yang dijuluki sebagai The Face karena memang berbentuk seperti wajah orang yang senyum. Spot ini lebih cantik lagi di waktu malam ketika lampu-lampu telah menyalakan sinarnya. Beberapa wahana permainan favorit adalah Ranger, yang terinspirasikan dari kapal perompak dan dapat berputar 360 derajat selagi kami masih di dalamnya! Flying Saucer yang tentu saja dari namanya seperti UFO yang menggoncang-goncang siapa pun yang berani menaikinya serta Wild Mouse Roller Coaster yang jadi favorit semua orang. Everybody is definitely having fun here.
Way Up There
Megahnya Sydney Harbour Bridge bisa diintip dari sisi mana pun di Sydney Harbour. Jembatan yang telah berdiri sejak 1932 menjadi ciri Sydney Harbour yang selalu berdampingan dengan Sydney Opera House. Untuk menikmati jembatan ini secara menyeluruh, sekaligus mendapatkan salah satu view terbaik Sydney Harbour tidak ada cara yang lebih menakjubkan daripada mengikuti Bridge Climb alias mendaki Jembatan Sydney Harbour.
Dengan biaya yang memang agak mahal, A$ 179, para pemberani bisa menaiki jembatan ini selama kurang lebih empat jam bersama-sama dengan penunjung lainnya. Selama usaha pendakian ini, tentu saja keamanan akan dijamin karena pada klimaks acara pengunjung akan mencapai puncak jembatan setinggi 134 m dari permukaan laut. Perasaan ngeri, excited, dan overwhelmed saat mencapai titik puncak jembatan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Jangan dilewatkan.
A Good Nite Sleep
Ada beberap hotel kelas atas yang membawa pengunjungnya untuk mengagumi cantiknya Sydney Harbour. Salah satunya adalah Four Seasons Sydney (www.fourseasons.com) yang berada di George Street sekitar 15 menit berjalan kaki dari gedung opera. Keistimewaannya, hampir setiap ruangan di hotel ini menghadap ke arah gedung opera dan dari sudut pandang yang lebih tinggi. Kapan saja, tamu yang sedang berada di kamar dapat melihat ke balik jendela untuk melihat gemerlap Sydney Harbour. Namun bagi saya, yang sempat merasakan nikmatnya menginap di hotel ini, malam hari sebelum tidur adalah waktu terbaik untuk memandangi sudut Sydney lengkap dengan opera house-nya, sebelum beranjak tidur dan mengatakan good night kepadanya.
Untuk kamar terbaik ke arah Sydney Opera House, pilih kamar Full Harbour Views di lantai atas. Rates mulai A$ 300 untuk weekend dan termasuk breakfast.
Getting There
Qantas Airways (www.qantas.com) terbang ke Sydney langsung dari Jakarta. Sydney Harbour dapat dijelajahi dengan feri. Untuk rute, biaya, dan info lebih lanjut klik saja www.sydneyferries.info.
Tamat.
Many Faces of Sydney Harbour
Bicara tentang Sydney Harbour, banyak objek wisata yang dapat dinikmati
di sana, mulai dari Sydney Harbour Bridge, Luna Park sampai dengan Sydney Opera House. Semuanya meninggalkan pesonanya sendiri. Oleh KENNY SANTANA
By the water
Salah satu cara terbaik mengeksplor Sydney Harbour adalah dengan berlayar. Apakah itu dengan naik feri yang murah meriah, mengadu adrenalin dengan jet supercepat Oz Jet Boating, sampai dengan menikmati dinner cruise yang ditawarkan Captain Cook Cruises.
Jika ber-budget terbatas, feri yang melintasi harbour bisa dijadikan pilihan. Dengan bermodal A$ 5,20 untuk single ticket, indahnya Sydney Harbour dapat dinikmati santai sewaktu senggang. Beberapa tujuan wisata macam Luna Park, Taronga Zoo dan pusat hiburan Darling Harbour menjadi tujuan favorit para pengunjung Sydney dengan menggunakan feri ini.
Berbeda dengan Oz Jet Boating, buat yang ingin bersantai jangan lewatkan sunset dinner cruise dari Captain Cook. Memang dari namanya saja, bisa dibayangkan kalau penumpang cruise akan menikmati makan malam selagi sunset di Sydnev Harbour. Pelayaran dimulai sekitar pukul 17.00 dari dock no. 6 di Jetty Circular Quay. Setelah masuk ke kapal, pengunjung akan langsung melihat kalau isi kapal telah diatur sedemikian rupa menyerupai ruang makan besar dengan meja-meja yang memenuhinya. Sewaktu mem-booking cruise ini, dengan tambahan charge A$ 25 mintalah tempat duduk di dekat jendela untuk pandangan bebas ke mana saja. Selagi kapal mulai beranjak, pelayan mulai menawarkan champagne untuk memulai hidangan malam. Dari appetiser, main course sampai dessert terbaik diantarkan satu per satu selagi seluruh pelayaran berlangsung. Selagi menikmati menu, hidangan lainnya tentu saja pemandangan di luar kapal. Dari balik kaca, akan terlihat Jembatan Sydney Harbour kemudian Gedung Sydney Opera House yang berdiri di sisi harbour mulai menyalakan lampunya di saat petang mulai menghampirinya. Sensasi matahari terbenam dan langit berubah warna akhirnva mengantarkan gedung-gedung megah menyorotkan cahayanya, baik dari Sydney Opera House tadi sampai ke gedung-gedung pencakar langit di sisi lain. Pilihan paling romantis menikmati Sydney Harbour! ...bersambung
(sumber : Majalah Her World Mei 2009)
Follow Me
Daftar Blog Saya
-
Blogger Template : Natal15 tahun yang lalu
-
Blogger Template : Natal15 tahun yang lalu
-
Lebaran Holiday 2010 Part II15 tahun yang lalu
-
PARTNERS’ LINK 216 tahun yang lalu
-
Merry Christmas & Happy New Year16 tahun yang lalu
-
Related Websites
Berlangganan Artikel
My Holiday's Journal
Hang Out
- Doclang, Makanan Khas Bogor
- Bakmi Henis
- Starbucks Mengeluarkan Produk Baru
- Spring Heaven Restaurant
- Bermain Air Di The Jungle
- Marche Restaurant Jakarta
- Resor Sapu Lidi
- Festival Jajanan Bango
- Bakso Neng Gigin
- Martabak Air Mancur
- Ayam Taliwang Khas Lombok
- Ayam Betutu Khas Gilimanuk
- Juaranya Ayam Bakar
- Sate Madura Haji Romli
- Tape Uli Cisalak
- Nasi Bancakan
- Baskin Robbins Diskon Gede2an





